Teknik Sipil

Visi Program Studi Teknik Sipil:

Menjadi Program Studi yang Unggul Dibidang Teknologi Kontruksi Modern, Berwawasan Lingkungan dan Berdaya Saing Tinggi dengan Tetap Memberdayakan Kearifan Lokal

Misi Program Studi Teknik Sipil:

  1. Menyelenggarakan program pendidikan dan pengajaran yang efektif di bidang teknologi konstruksi untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif, kreatif, mandiri dan bermartabat.
  2. Mengembangkan program penelitian dan kegiatan ilmiah yang mendukung perkembangan bidang teknologi konstruksi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran serta penyebaran ilmu.
  3. Melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang berwawasan lingkungan dan berorientasi kepada pemenuhan kebutuhan masyarakat.
  4. Mengembangkan program kerjasama dengan lembaga nasional dan internasional untuk mendukung efektifitas program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Tujuan penyelenggaraan pendidikan di program studi Teknik Sipil adalah sebagai berikut :

  1. Menghasilkan lulusan yang mampu melakukan perencanaan, pengawasan dan pembangunan infrastruktur.
  2. Menghasilkan lulusan yang berbudi pekerti luhur dan berkepribadian tinggi.
  3. Menghasilkan lulusan yang berwawasan global, profesional, inovatif, kreatif dan mampu bekerjasama dalam suatu tim
  4. Menghasilkan lulusan yang mempunyai bekal cukup dalam hal kecakapan berwirausaha dan pengembangan diri.

KOMPETENSI LULUSAN TEKNIK SIPIL

Kompetensi lulusan program studi Teknik Sipil dikembangkan dengan memperhatikan keinginan masyarakat profesi dan pengguna lulusan, secara nasional maupun internasional, dan mengikuti kompetensi yang telah digariskan oleh Universitas.

 Kompetensi lulusan pendidikan program sarjana adalah:
a. Memiliki bekal dasar ilmu pengetahuan dan keterampilan yang cukup agar mampu mengamati, mengenali, dan melakukan pendekatan pemecahan masalah dalam bidang ilmunya secara ilmiah dan penuh prakarsa;
b. Mampu menerapkan ilmunya serta mampu menghadapi perubahan dan mengikuti perkembangan mutakhir dalam bidang keilmuannya.
Berdasarkan acuan di atas, kemudian dikembangkan kompetensi lulusan program studi Teknik Sipil, yang didefinisikan dalam bentuk pengetahuan (knowledge), sikap (attitude), dan keahlian (skill) yang harus dimiliki oleh setiap lulusan Teknik Sipil. Kompetensi lulusan tersebut dijabarkan di bawah ini:

 Kompetensi lulusan pendidikan Program Sarjana Teknik Sipil adalah:
a. Memiliki kemampuan untuk menerapkan ilmu pengetahuan dasar, matematika, dan prinsip-prinsip rekayasa yang dimiliki untuk memahami, merumuskan, dan memecahkan masalah-masalah ketekniksipilan dalam kehidupan masyarakat.
b. Memiliki wawasan dan kemampuan untuk melengkapi, memperkuat, dan memperkaya kompetensi dasar bidang teknik sipil yang telah dimiliki sehingga dapat bekerja secara efektif dalam suatu tim yang multi disiplin dan multi budaya.
c. Memiliki pemahaman dan komitmen terhadap tanggung jawab profesional dan tanggung jawab etika.
d. Memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif, baik lisan maupun tulisan, dengan lulusan teknik lain, dengan pimpinan, dan dengan masyarakat luas dalam skala nasional dan internasional.
e. Memiliki kepedulian dan tanggung jawab yang tinggi terhadap aspek keamanan, keselamatan, lingkungan, dan sosial budaya.
f. Memiliki kesadaran dan berkemampuan melakukan pendidikan seumur hayat dan menumbuhkan daya kreasi dan inovasi yang tinggi.
g. Memiliki pemahaman terhadap operasi bisnis, hubungan bisnis dan kewirausahaan.
h. Memiliki wawasan tentang keprofesian teknik sipil dan isu-isu terkini.
i. Memiliki kemampuan untuk merancang dan melaksanakan kegiatan eksperimental sesuai dengan kaidah ilmiah yang berlaku.
j. Memiliki kemampuan untuk memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan untuk keperluan teknik sipil secara praktis.
Beberapa pengetahuan, sikap, dan keahlian lain yang diharapkan dimiliki oleh lulusan program studi Teknik Sipil sebagai nilai tambah dari hal-hal di atas adalah:
 Sikap positif untuk bekerja dalam suatu organisasi
 Memiliki rasa percaya diri, percaya bahwa dirinya dapat mengerjakan semua tugas dan memberikan solusi yang tepat
 Mau mengakui kesalahan dan menjadikan kesalahan sebagai pelajaran.
 Kemauan untuk mengadopsi pendekatan “hands-on” menjadi “get dirty”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *